You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hadapi Musim Penghujan, Pengerukan Sedimen di Waduk dan Sungai Dilakukan Secara Masif
photo Nurito - Beritajakarta.id

Dinas SDA Keruk Sedimen di 75 Waduk dan 13 Sungai

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pengerukan sedimen di 75 waduk dan 13 sungai besar.

Juga sungai-sungai kecil yang ada di dalam-dalam perkampungan,

Musim hujan yang semakin dekat, mengharuskan daya tampung waduk dan sungai ditambah.

"Dari lokasi lima wilayah waduk yang kami sekarang lakukan pengerukan mungkin sekitar 50 sampai 75 lokasi, ditambah sungai-sungai besar yang ada 13 sungai yang ada di DKI Jakarta. Juga sungai-sungai kecil yang ada di dalam-dalam perkampungan," ujar Juaini Yusuf, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, saat meninjau pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (21/9).

15 Alat Berat Dikerahkan Keruk Waduk Ria Rio

Juaini menuturkan, pengerukan sedimen di berbagai titik ini terus berlangsung secara masif dengan mengerahkan sekitar 8.000 personel di semua wilayah sampai akhir tahun dengan tujuan menambah kapasitas tampungan air.

Meskipun di tengah situasi pandemi COVID-19 petugas tetap bertugas dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Personel satgas tetap selalu semangat untuk melaksanakan tugasnya mengurangi atau menghilangkan sama sekali genangan," tandas Juaini.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6978 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5719 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4188 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2161 personFakhrizal Fakhri
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2023 personDessy Suciati